Sambil ditemani lagunya Drew – Radio, minggu ini menyambut bulan keenam OJT di Kantor Pusat PLN Direktorat Energi Primer (DIT EPI) Divisi Batubara dan menunggu kepulangan saya ke pangkuan Ibu dan Ayah tercinta 4 hari lagi, saya akan review beberapa kata yang membuat saya bersemangat selama OJT, cekidot (Rafly mode).

1. “Kalau bekerja jangan menggunakan kacamata kuda alias mengerjakan yang diperintah saja, kamu kan masih muda waktu luangnya lebih banyak. Seharusnya pekerjaan yang diperintah dikerjakan dengan baik, tetapi tetap belajar juga untuk pekerjaan yang lain.” (Nur Pamudji, Direktur Energi Primer)
Asbabun Nuzul (AN – sebab keluarnya perkataan ini) : Waktu itu saya hanya terfokus pada harga batubara acuan (HBA), sedangkan untuk index harga batubara lainnya seperti Indonesian Coal Index, Newcastle Export Index, dan Global Coal saya cuekin, padahal ketiga index tersebut ditambah index platts turut menentukan harga HBA. Ini merupakan hantaman bagi diri supaya lebih proaktif lagi dalam bekerja, tidak hanya pasif, kalau perlu semua dikerjakan tetapi tetap dengan prioritas.

2. “Jangan hanya jadi tukang ketik, tetapi pahami inti dari pembicaraan dan tuangkan dalam tulisan” (Achmad Mudakkir, Manajer Senior Pengendalian Kontrak Batubara)
AN : waktu jadi notulis, terlalu terpaku pada kata-kata bukan inti kalimatnya sehingga kurang sip notulennya. Ini merupakan tusukan buat diriku untuk meningkatkan kemampuan analisis dan perancangan, karena untuk menjadi tukang ketik saja semua bisa, tapi seorang analis diperlukan ilmu dan pengalaman yang menunjang.

3. “Menghadapi pemasok itu harus tegas, mereka minta macam-macam, kita counter lagi permintaan tersebut supaya tidak merugikan kita” (Jakaria Tarigan, Asmen Pengendalian Kontrak Batubara)
AN : waktu rapat koordinasi pasokan batubara, pemasoknya agak cerewet, makanya untuk menghentikannya beliau memberi beberapa kata yang membuatnya diam (kayaknya butuh skill tinggi nih buat ilmu ngeles dan counter attack lewat kata-kata, harus banyak belajar dari para hokage di DIT EPI).

4. “Mengerjakan tugas jangan terburu-buru, percuma saja kalau jadinya cepet tapi salah. Orang – orang disini dipercaya karena Integritasnya, untuk itu untuk menjaga kepercayaan tersebut kerjakan tugas dengan benar” (Chairani Rachmatullah, Manajer Senior Perencanaan dan Evaluasi Energi Primer)
AN : banyak banget tugas dari Ibu Ani dan Pak Mudakkir yang saya kerjakan dengan cepat tetapi hasilnya kadang ada beberapa formula yang kurang atau hasilnya tidak sesuai. Ini merupakan kritikan tajam untuk meningkatkan kemampuan dalam ketelitian.

Ini yang terakhir dan paling penting

5. “Gaji sebulan sama dengan gaji Ibu 2 bulan” (Ibu Ayoh, OB)
AN : meski mungkin kurang etis untuk ditulis, ini menurut saya penting juga karena dengan kata-kata dari beliau ini saya memahami makna bersyukur, bekerja keras dan bekerja cerdas. Perlu diketahui bahwa OB ini selalu datang paling pagi (jam 6.30) dan pulangnya lebih lama daripada pegawai umumnya (yang rata-rata jam 16.00) mereka pulang jam 17.00. Untuk itu kadang saya merasa malu kalau pulang sebelum mereka pulang, padahal sudah diberi reward yang lebih.

Itulah kelima kata-kata yang telah tercatat dalam pikiran dan hati saya yang terdalam untuk menjadi motivasi bagi diri ini, supaya bisa lebih bersemangat lagi dalam bekerja, mengurangi keluhan-keluhan dan mengubahnya menjadi rasa syukur karena telah memperoleh pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan. Alhamdulillah