Sekitar 1 minggu berada di Ibukota tidak terasa pengeluaran sudah begitu banyak dan menggila. Padahal pemasukan belum ada alias masih mengandalkan uang SPPD yang tersisa sekitar 2 juta dan juga subsidi dari saudara dan orang tua meskipun tidak semuanya dalam bentuk uang dan harta. Bulan ini juga masih panjang umurnya, uang saku sepertinya masih menjadi angan dan impian yang sia – sia. Untuk itulah diperlukan suatu strategi yang jitu sehingga uang yang ada bisa tersisa dan bisa digunakan untuk kepentingan lainnya. Menurut saya pos pengeluaran yang utama bagi saya ada 5 :
1. KONSUMSI
Hal ini merupakan kebutuhan mendasar bagi kita sebagai makhluk hidup untuk bertahan di dunia ini. Bagi saya konsumsi itu meliputi makan pagi, siang, malam dan juga jajan / snack yang kita makan. Budget yang saya anggarkan untuk bulan ini sekitar 40% dari keseluruhan anggaran yang ada atau angkanya sekitar 800 ribu, hal ini mengingat kebutuhan akan gizi sangat diperlukan bagi seorang generasi penerus yang harus semangat dan berenergi tinggi. Untuk membatasi jangan sampai konsumsi melebihi anggaran, kebetulan teman satu divisi memiliki sebuah magic jar yang bisa menanak nasi oleh karena itu rencana utama adalah melakukan lobi supaya bisa numpang menanak nasi disana. Dengan strategi ini saya yakin bisa menghemat biaya konsumsi sampai dengan 50% karena dana yang ada hanya digunakan untuk membeli lauk pauk yang bergizi.
2. AKOMODASI
Biaya untuk akomodasi ini menyerap sekitar 30% dari uang SPPD yang saya terima dan uang saku nantinya sekitar 600 ribu. Untuk melakukan penghematan sepertinya tidak mungkin karena harga yang ditetapkan oleh Induk Semang sudah pasti, dan mungkin juga bisa bertambah. Oleh karena itu risiko yang tinggi tentang kenaikan harga kos ini harus dicarikan exit plan jika memang suatu hari nanti memang naik.
3. TRANSPORTASI
Selama 1 minggu berada di rumah Paman yang ada di Bekasi benar-benar menyerap sekitar 10% dana SPPD yang ada . Tetapi alhamdulillah, sekarang sudah bertempat tinggal di daerah yang tidak jauh dari tempat kerja. Jadi biaya untuk transportasi sekarang boleh dibilang sama dengan 0 alias tidak ada. Hal ini tentunya bisa menghemat biaya pengeluaran seluruhnya, bisa digunakan untuk menambal jika nanti akan ada kenaikan harga sewa kos.
4. HIBURAN
Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas, begitu menurut salah satu quote yang pernah saya dengar. Anggaran dana untuk hiburan ini menyerap sekitar 10% dari seluruh dana yang ada. Pengeluaran seperti pulsa, traveling, hobi, dan lainnya jika saya bisa bersabar, mengorbankan keinginan singkat untuk tujuan jangka panjang, saya yakin bisa sangat menghemat untuk pos pengeluaran ini.
5. LAIN – LAIN
Anggaran pengeluaran ini merupakan sisa dari seluruh pengeluaran yang ada. Jika memang anggaran ini nantinya bersisa sampai dengan akhir bulan, sepertinya ini bisa dimasukkan tabungan demi masa depan bangsa dan negara.
Uang yang sekarang bersisa 1 juta, 19 hari ke depan sampai dengan uang saku cair harus bisa bertahan, jangan sampai kelaparan di tengah jalan. Meskipun saya adalah pengagum perjuangan kaum marjinal dan terpinggirkan, harus tetap bertahan jangan sampai ikut menjadi seperti mereka, harus lebih baik dan bisa mengangkat harkat dan martabat mereka suatu hari nanti.

4 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
November 14, 2010 pada 12:47 pm
AnD
Di, sory baru ngasih info– ada kost-an kosong di dekat Daerah Gatsu– 550rb– strategis di..
November 15, 2010 pada 1:01 pm
rinaldirusli
sepurane dik, wis oleh sing cedek kantor. Engko insyaALLAH ane maen kesana
November 20, 2010 pada 10:06 am
The Jampang
Kalau dari Jakarta bisa bawa oleh-oleh yang namanya The Jampang, kaos jakarta loh…. bisa dilihat di http://www.thejampang.com , ayo pakai dan cintai ploduk-ploduk Indonesia…
November 24, 2010 pada 12:25 am
rinaldirusli
oyi bos semoga aja bisa